REPUBLIKACO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat tawaran kerja sama dari sebuah perusahaan swasta asal Jepang untuk pengolahan minyak jelantah (limbah minyak goreng). Nantinya, minyak jelantah akan diolah menjadi biodiesel sebagai zat aditif bahan bakar minyak (BBM).
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ade Yolla Dliaul A Dokumentasi Pribadi, Sasaran Lili Aroma terapi kepada warga Pada tanggal 27 Mei 2023, sebuah kelompok yang terdiri dari empat orang mahasiswa, yaitu Ahmad Rifqi, Aurelia Thesya P., Arif Budi Prasetya, dan Ade Yolla Dliaul A., berkumpul untuk membahas sebuah inovasi yang dapat memberikan manfaat baru dari minyak jelantah. Minyak jelantah, yang juga dikenal sebagai minyak bekas penggorengan, merupakan minyak yang telah digunakan untuk menggoreng makanan dan kemudian didaur ulang minyak jelantah berasal dari rumah tangga, restoran, kantin, warung, atau pabrik-pabrik makanan. Namun, proses penggunaan minyak jelantah yang berulang-ulang dapat menyebabkan perubahan kualitas dan stabilitas minyak tersebut. Terjadinya degradasi, perubahan rasa, dan pembentukan senyawa berbahaya seperti radikal bebas dan lemak trans menjadi risiko kesehatan yang kelompok ini memiliki gagasan inovatif untuk memanfaatkan minyak jelantah yang sudah banyak digunakan tersebut. Mereka mempertimbangkan untuk mengubah minyak jelantah menjadi lilin yang dapat digunakan di rumah tangga atau tempat lainnya. Dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi lilin, kelompok ini melihat adanya potensi untuk mengurangi limbah dan menciptakan produk yang berguna dari bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Dalam pembahasan mereka, kelompok ini berusaha mencari cara untuk mengolah minyak jelantah menjadi lilin yang aman, berkualitas, dan ramah lingkungan. Dalam cerita ini, kita akan menyaksikan perjalanan kelompok ini dalam mengembangkan ide mereka. Mereka akan menghadapi tantangan teknis, belajar tentang proses pembuatan lilin, dan menjelajahi cara-cara untuk memasarkan produk mereka. Dengan semangat kolaboratif dan keinginan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, kelompok ini berusaha menjadikan minyak jelantah yang tidak disarankan untuk digunakan kembali menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan produk baru yang kita saksikan bagaimana kelompok ini berjuang melawan stigma terhadap minyak jelantah dan mengubahnya menjadi sesuatu yang yang dibutuhkan 1. Minyak jelantah yang sudah disaring dan bersih. 2. Arang Secukupnya3. Setearin bahan pengeras kimia4. Pewarna lilin pulas/krayon. 1 2 3 4 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
CV Artha Metro Oil adalah perusahaan yang bergerak di bidang minyak, terutama minyak bekas atau minyak jelantah. Kami akan mengumpulkan minyak bekas untuk didaur ulang menjadi biodiesel sebagai solar pengganti. Selain itu, kami menjual biodiesel dan gliserol sebagai pengolahan dari minyak jelantah yang kami kumpulkan.
Jakarta - Pernahkah Anda membayangkan minyak jelantah bekas menggoreng yang kadang Anda buang sia-sia ternyata bisa jadi peluang bisnis yang menggiurkan? Andi Hilmi Mutawakkil, pemuda asal Makassar, Sulawesi Selatan membuktikan minyak jelantah bisa jadi ide bisnis yang bisa mendulang banyak Hilmi mengumpulkan minyak jelantah yang dipandang sebelah mata itu sebagai bahan baku pengembangan biodiesel, tak ecak-ecak, pengusaha berusia 21 tahun ini meraup untung hingga Rp200 juta setiap bisnis mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel itu Andi Hilmi dapat ketika melihat sulitnya para nelayan di Makassar mendapatkan Bahan Bakar Minyak atau BBM akibat kelangkaan. Dari situlah Andi kemudian berusaha mencari solusi dengan melihat peluang minyak jelantah jadi Tempo dari laman Kementerian ESDM, Selasa, 20 April 2021, Andi Hilmi mengatakan dirinya berusaha mencari pengganti energi terbarukan dapat digunakan oleh nelayan, “Saya berusaha mencari pengganti energi terbarukan agar bisa digunakan oleh para nelayan. Prinsip saya, karya yang kita buat harus sesuai dengan kebutuhan pada saat itu,” katanya Andi sendiri merupakan bahan bakar alternatif pengganti BBM yang diolah dari campuran monoalkyl ester dari rantai panjang asam lemak, seperti minyak sayur dan lemak hewan. Penggunaan biodiesel sebagai bahan bakar pengganti tidak menyebabkan pencemaran lingkungan, sebab sisa pembakaran tidak menyumbang jumlah gas karbon dioksida, karena berasal dari tumbuhan atau hewan. Selain itu, penggunaan biodiesel juga dapat mengurangi pencemaran hidrokarbon yang tidak terbakar, karbon monoksida, sulfur dan hujan dari laman Andi Hilmi telah melakukan berbagai penelitian ilmiah sejak dirinya masih duduk di bangku SMA, saat itu ia bercita-cita untuk membuat sumber energi terbarukan. Bersama Andi Haswawi, rekannya di Kabupaten Pangkep, Andi Hilmi melakukan beragam uji coba metode mengubah minyak jelantah menjadi biodiesel. Setamat SMA, kelompok peneliti ini kemudian menyelesaikan risetnya dan memutuskan memulai usaha energi terbarukan di Kota Makassar merekrut salah satu rekan yang lain, Fauzi namanya, ketiga remaja ini memutuskan untuk memulai usaha bermodalkan iuran dari kocek masing-masing. Dari hasil iuran tersebut terkumpul uang sebanyak juta, meskipun hanya bermodal kecil, hal ini tidak mematahkan semangat Andi Hilmi, Andi Haswawi dan Fauzi untuk memproduksi biodiesel dari limbah minyak goreng bangga mereka menamai usaha mereka dengan nama Super Keren. Bahan baku minyak jelantah Andi Hilmi dapat dari penjual gorengan pinggir jalan, sebanyak 30 liter minyak jelantah bisa menghasilkan 30 liter memenuhi kebutuhan nelayan akan bahan bakar, Andi Hilmi tak hanya puas di situ, lantas ia pun kemudian bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HPMI, melalui forum tersebut Andi Hilmi dan rekan-rekannya mengikuti kompetisi di berbagai ajang baik tingkat nasional maupun internasional untuk sekaligus memperkenalkan inovasi mereka ke pasar yang lebih beragam tantangan harus dihadapi demi usaha pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel tersebut, untuk membangun perusahaan biodiesel membutuhkan modal yang besar untuk membangun pabrik berkala besar. Untuk itu, melalui HPMI mereka berusaha mencari sponsor untuk diajak kerja sama. Berkali-kali Hilmi dan rekan-rekannya melakukan presentasi mengenai rencana Tidak sedikit yang tertarik dengan konsep usaha pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel yang mereka jabarkan. Namun usia mereka yang masih muda saat itu, yakni 19 tahun jadi penghalang. Dua syarat utama, minimal usia 21 tahun dan status menikah, membuat sekumpulan anak muda ini harus menerima dicoret dari daftar penerima dana dukungan dari institusi mereka tak lantas menyerah begitu saja, masih dilansir dari seperti kata pepatah, ada seribu jalan ke Roma. Andi Hilmi dan rekan-rekannya kemudian merekrut enam anggota baru di awal 2015, kemudian dua bulan berselang, Maret 2015, perusahaan atas nama GenOil didirikan dengan modal Rp500 juta hasil urunan semua Andi Hilmi, banyak tantangan yang harus dilalui saat menjalankan bisnis pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel, salah satunya proses pengumpulan bahan baku. Untuk mengumpulkan bahan baku tersebut, solusinya Andi membuat bank minyak jelantah di setiap RT atau TW yang difasilitasi dengan check point dan jeriken. Dengan begitu ia dapat mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga di satu kota. Namun membuat bank minyak jelantah yang ideal memerlukan biaya yang banyak, untuk itu Andi Hilmi memanfaatkan program CSR untuk mengajak kerja sama perusahaan besar guna membangun bank minyak jelantah yang ideal ini Andi Hilmi telah membuat bank minyak jelantah di 20 sekolah, nantinya anak-anak sekolah akan menyetor minyak jelantah titipan ibu mereka kepada bank minyak jelantah tersebut. Oleh sebab itu, Andi Hilmi kerap melakukan edukasi kepada masyarakat agar mau mengumpulkan minyak jelantah ke bank minyak jelantah, dari pada dibuang sia-sia. Nantinya minyak jelantah tersebut ditukar dengan minyak goreng baru yang lebih masalah bahan baku, problem datang dari calon konsumen, saat pertama kali ditawarkan biodiesel sebagai pengganti BBM yang langka, nelayan enggan membeli. Padahal bahan bakar alternatif tersebut dihargai lebih murah dari BBM, yakni Rp5 ribu per liter. Namun harga murah tersebut malah membuat para nelayan curiga, apalagi warna biodiesel yang berbeda dari solar mendapatkan kepercayaan nelayan, Hilmi dan rekan-rekannya meminta para nelayan mencoba saja dulu menggunakan biodiesel yang diolah dari minyak jelantah produksi GenOil, kalau mesin kapal rusak, nantinya akan diganti. Ajaib, nelayan menyambut baik. “Jika masalah bahan bakar bagi nelayan ini bisa ditangani dengan baik, saya kira di masa mendatang, profesi nelayan Indonesia tidak akan menjadi langka,” kata Hilmy. Kini setiap hari GenOil membawa pasokan biodiesel ke nelayan Paotere, melayani sekitar 33 kelompok nelayan. Jumlahnya antara sampai liter per KHOIRUL MUHIDBaca juga ESDM Minyak Jelantah Mampu Penuhi 32 Persen Kebutuhan Biodiesel Nasional
Sebaranlokasi sumber minyak jelantah yang tidak simetris dengan lokasi pabrik pengolahan biodiesel, teknologi pengolahan (terutama yang dikelola oleh masyarakat) yang belum cukup efisien dan kualitas biodiesel hasil olahan minyak jelantah yang masih perlu diuji lebih jauh, menjadi tantangan selanjutnya.
JAKARTA - Limbah minyak goreng atau minyak jelantah yang dapat membahayakan kesehatan jika dipakai berulang kali ternyata memiliki nilai ekonomi jelantah merupakan salah satu bahan baku yang dapat diolah menjadi bahan bakar bio diesel dengan peluang omzet hingga ratusan juta Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM melihat semua potensi dari berbagai bahan baku untuk bisa dikembangkan secara dapat berkontribusi dalam B30 30 persen biodiesel tercampur dalam BBM, ada dua prinsip yang perlu dipenuhi oleh biodiesel. Pertama, secara kualitas harus mencapai standar spesifikasi biodesel. Kedua, secara keekonomian juga harus dapat terimplementasi."Jika kedua prinsip tersebut bisa dipenuhi oleh biodiesel dari jelantah, maka potensi jelantah sebesar 3 juta kiloliter per tahun akan dapat memenuhi 32% kebutuhan biodiesel nasional,” kata Analis Kebijakan Ahli Muda, Subkoordinator Keteknikan Bioenergi, Kementerian ESDM, Hudha Wijayanto, melalui siaran pers, Jumat 16/4/2021.Baca JugaBarata Gandeng Balittri Kembangkan Reaktor Biodiesel Hybrid BBNHingga 2021, Kapasitas Produksi Biodiesel Bertambah 3,9 Juta KlAprobi Sebut Pabrikan Biodiesel Tambah Kapasitas Produksi di 2021Saat ini, belum banyak orang yang memanfaatkan limbah dapur tersebut untuk industri Hilmi adalah salah satu pengusaha yang mampu melihat peluang tersebut, bahkan sejak ia masih sekolah di jenjang SMA.“Ketika itu kami mengembangkan puluhan diversifikasi energi. Namun, yang paling ideal adalah biodiesel,” kata Andi, milenial asal Makassar yang sudah mempunyai usaha biodiesel berskala industri bernama GenOil sebelum berusia 21 bakar biodiesel dari minyak jelantah bisa mengatasi masalah dari berbagai aspek, termasuk kesehatan dan masalah lingkungan hidup.“Minyak jelantah yang dibuang sembarangan akan berpengaruh langsung terhadap lingkungan hidup. Jika menumpuk di selokan, akan menimbulkan bau dan air selokan jadi kotor. Jika terserap di tanah, kualitas tanah akan menurun," ujar Ricky Amukti, Engagement Unit Manager Traction Energy tertarik untuk menjajal usaha ini, simak 5 kiat sukses berikut ini1. Pastikan Ada terpikir untuk membuat biodiesel dari minyak jelantah karena melihat ketika itu terjadi kelangkaan BBM yang hampir merata di Indonesia. Tak jauh dari kotanya, banyak nelayan tak bisa melaut, karena tak kebagian bahan berusaha mencari pengganti energi terbarukan agar bisa digunakan oleh para nelayan dan solusinya sesuai dengan kebutuhan para nelayan."Ketika itu, biodiesel bisa menjawab masalah kelangkaan bahan bakar yang mengancam kedaulatan energi di masa mendatang,” kata Andi, yang dalam satu bulan bisa meraih omzet sekitar Rp200 ada kebutuhan akan bahan bakar alternatif, ada pula kebutuhan untuk menyelamatkan lingkungan dari ancaman perubahan iklim. Biodiesel berpotensi mengurangi 91,7 persen emisi karbon dibandingkan Bangun JejaringAndi pernah bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI, mencari teman-teman yang memiliki visi serupa. Dia juga pernah memenangkan kompetisi Ideas for Indonesia dan diberangkatkan ke Inggris untuk belajar di berbagai sana dia mendapatkan banyak teman baru dari luar negeri untuk berbagai pengalaman hingga peluang Traction Energy Asia sendiri menginisiasi Asosiasi Pengelola Minyak Jelantah. Ricky menuturkan bahwa tujuannya adalah advokasi kebijakan agar minyak jelantah diatur oleh Kedepankan Berpkir InovatifBagi Andi dan Ricky, meski amat menjanjikan, bisnis pengolahan jelantah jadi biodiesel masih memiliki banyak tantangan, antara lain dalam teknologi pengolahan dan proses pengumpulan minyak mengumpulkan pasokan minyak, Andi membuat bank minyak jelantah RT/RW dengan fasilitas seperti check point dan jerigen. Dengan ini dia dapat mengintegrasi satu untuk membuat bank minyak jelantah yang ideal, diperlukan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu Andi mengajak perusahaan besar untuk bekerja sama membuat bank minyak jelantah melalui program saat ini dia sudah membuat bank sampah di sekitar 20 sekolah, menyasar 500 siswa yang berarti membidik 500 rumah lain dari sisi teknis biodiesel adalah karakteristik bawaan dari minyak jelantah yang akan sulit memenuhi tuntutan tinggi kualitas biodiesel untuk dari sisi bisnis, menurut Hudha, keberadaan minyak jelantah sebagai bahan baku yang tersebar dan tidak terpusat akan menyulitkan membangun pengolahan biodiesel dengan kapasitas yang besar untuk mendapatkan skala keekonomian terbaiknya."Jadi mungkin solusi yang baik adalah bagaimana mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati dari minyak jelantah melalui skema niaga langsung ke end user skema tertutup di luar dari skema B30 yang berlaku secara nasional," Jangan Bosan MengedukasiBerdasarkan penelitian, dari 16,2 juta kiloliter konsumsi minyak jelantah hanya 3 juta kiloliter minyak jelantah yang mampu dikumpulkan di tahun 2019, 2,43 juta kiloliter di antaranya didaur ulang untuk dikonsumsi minyak goreng yang dipanaskan berulang dan minyak jelantah yang dijernihkan lalu dipakai lagi, berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit jantung, ginjal, dan soal bahaya minyak goreng daur ulang inilah yang dilakukan oleh Andi dan timnya. Ketika memasak, sebetulnya hanya 30 persen minyak goreng yang terserap, sisanya menjadi mengajak masyarakat menabung minyak jelantah. Nantinya, tabungan minyak jelantah ini ditukar dengan minyak goreng baru dan nantinya terbiasa mengonsumsi minyak goreng yang juga mengedukasi nelayan yang awalnya enggan menggunakan biodiesel karena warnanya berbeda dari solar, sehingga mereka khawatir kapal jadi rusak. Andi memastikan, selain harganya lebih murah daripada solar, biodiesel juga tidak akan merusak mesin Libatkan Masyarakat di SekitarRicky menyebutkan, sejumlah pengusaha biodiesel di berbagai kota mempekerjakan masyarakat lokal untuk mengolah dan menjual produk olahan jelantah, sehingga ia melihat bahwa usaha ini mampu menyerap banyak tenaga yang membangun bisnis bersama lima teman, merekrut lebih dari dua puluh mantan preman untuk bantu mencari bahan baku. Dia juga memberdayakan masyarakat untuk mengumpulkan jelantah dan memberi upah berdasarkan sistem profit sharing. Setiap satu kilogram jelantah, Andi memberi Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam
Minyakgoreng bekas atau minyak jelantah (used cooking oil/UCO) biasa terbuang begitu saja.Padahal, minyak jelantah bisa bermanfaat sebagai bahan pengganti sebagian bahan baku crude palm oil (CPO) atau sawit dalam program biodiesel di Indonesia.Langkah ini, bisa kurangi limbah ke lingkungan hidup, berikan manfaat ekonomi, baik untuk kesehatan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca hingga
Tabalong, Adaro ANTARA - Tanjung – PT Adaro Indonesia menggandeng Bumdes Maburai di Kabupaten Tabalong untuk pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel sebagai campuran bahan bakar solar. Deputi QHSE Division Head PT. Adaro Indonesia Didik Triwibowo menjelaskan sejak 2018 telah dibangun pabrik pengolahan Biodesel di kilometer 69 Hauling Road dengan memanfaatkan minyak jelantah di sekitar operasional perusahaan. “Marsel 20 atau Maburai Diesel 20 nama pengolahan minyak jelantah hasil kerjasama dengan Bumdes Maburai," jelas Didik. Didik menambahkan mesin pengolahan minyak jelantah yang dimiliki Adaro berkapasitas 110 liter. Kepala Desa Maburai Edi Rahmanto, mengatakan saat ini Bumdes Maburai dengan nama Berkah Bersama telah mengumpulkan minyak jelantah dari sejumlah usaha katering dan rumah tangga. “ Minyak jelantah kita beli per liter dari usaha katering dan rumah tangga," jelas Edi. Selain uang minyak jelantah yang diserahkan warga bisa ditukarkan dengan sembako, pulsa atau bisa juga disimpan sebagai tabungan yang sewaktu - waktu bisa diambil. Sosialisasi program pemanfaatan minyak jelantah ini pun telah dilakukan di lingkungan Pemkab Tabalong. Sekretaris Daerah Abdul Muthalib Sangadji menyampaikan dukungannya atas program pemanfaatan minyak jelantah ini. Mengingat selama ini belum ada solusi terkait limbah minyak jelantah atau bekas minyak goreng yang digunakan warga. "Program ini jadi solusi pengurangan limbah minyak jelantah dan Bumdes di kecamatan lain mengikutinya," jelas Sangadji.
Dansangat ahli dibidangnya terutama untuk limbah Jelantah dan Limbah Pabrik Kelapa Sawit. Meningkatkan akses energi bersih, dan menyediakan solusi berkelanjutan untuk limbah minyak goreng bekas dan limbah pabrik kelapa sawit, dan memimpin Indonesia ke masa depan energi hijau berkelanjutannya. MENGELOLA LIMBAH UNTUK MASA DEPAN ANAK BANGSA VISI KAMI
Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah. Minyak jelantah dimurnikan melalui tiga tahap yaitu despicing, netralisasi dan bleaching. Selanjutya diolah menjadi biodiesel melalui dua proses yaitu proses esterifikasi menggunakan katalis asam dan proses transesterifikasi menggunakan katalis basa. Hasil uji karakteristik biodiesel menunjukan bahwa densitas biodiesel dari minyak pabrik telah memenuhi SNI 04-7182-2006. Tetapi biodiesel dari minyak kampung belum memenuhi SNI 04-7182-2006. Hasil uji viskositas menunjukan bahwa biodiesel dari minyak kampung dan minyak pabrik telah memenuhi SNI 04-7182-2006. Hasil uji bilangan asam menunjukan bahwa biodiesel dari minyak pabrik dan biodiesel dari minyak kampung belum memenuhi SNI 04-7182-2006. Hasil uji kadar air menunjukan bahwa biodiesel dari minyak pabrik dan biodiesel dari minyak kampung belum memenuhi SNI 04-7182-2006. Hasil uji GC menunjukan bahwa persen area metil ester biodiesel dari minyak pabrik sebesar 99,59 % dengan kadar asam 0,41 %. Dan persen area metil ester biodiesel dari minyak kampung sebesar 96,70 % dengan kadar asam 3,30 %.
. q3bpk45lu5.pages.dev/301q3bpk45lu5.pages.dev/383q3bpk45lu5.pages.dev/63q3bpk45lu5.pages.dev/84q3bpk45lu5.pages.dev/81q3bpk45lu5.pages.dev/210q3bpk45lu5.pages.dev/489q3bpk45lu5.pages.dev/253
pabrik pengolahan minyak jelantah