HafalanShalat Delisa (Delisa's Salat Recitation) is 2011 Indonesian drama film which was released on December 22, 2011. Directed by Sony Gaokasak and starring Nirina Zubir and Reza Rahadian, the film is based on the best-selling fiction novel by Tere Liye with the same title.The whole film was shot in Aceh.. Plot. Delisa (Chantiq Schagerl), as a common little girl, had a wonderful life in Film ini diangkat dari novel karya tere-liye berjudul sama, yaitu Hafalan Shalat Delisa. Mengisahkan tentang seorang gadis kecil dari Aceh bernama Delisa yang sedang berusaha menyelesaikan hapalan shalat agar mendapatkan hadiah kalung. Namun, semuanya berubah saat negara api menyerang saat tsunami filmnya nggak jauh beda dari buku, meskipun ada yang beda dikit. Tapi suwer, saya sangat menikmatinya. ' Malah saya bener-bener bersyukur karena telah menontonnya. Udah lama banget saya nggak merasa se-trenyuh ini setelah menonton sebuah film. Terakhir ya Taare Zameen filmnya cukup bagus, meskipun banyak animasi ala Ind****ar yang bikin rada-rada sweatdrop. Adegan tsunami-nya, misalnya, rada-rada gimanaaa gitu karena keliatan banget efek komputer. ^^;; Namun, terlepas dari itu, kekuatan ceritanya memang menghanyutkan. Akting para pemainnya-terutama Reza Rahardian sebagai Abi-sangat menyentuh, apalagi waktu dia nangis setelah pulang ke Aceh dan melihat rumahnya rata dengan tanah. T___TKekurangan lainnya... ehm itu gaya kerudung Umi gaya 2011 kali, bukan gaya 2004. plak Dan saya sama sekali nggak inget ada romansa antara Ustadz Rahman dan Kak Sophie atau saya aja yang lupa? Baca bukunya udah lama sih. Tapi yang terakhir itu gak terlalu mengganggu sih, malah bikin cengar-cengir ada selipan begituannya. ^_^Well, secara umum... film ini memang penuh drama, meski sama sekali nggak lebay. Cerita yang mengalir seperti novelnya berhasil dipertahankan dalam film ini-mungkin memang film ini menekankan pada plot sehingga penonton terhanyut dan menontonnya dengan serius memang nuansa filmnya serius sih. Banyaaaaaak banget adegan menyentuh yang sukses bikin saya berkaca-kaca, bahkan temen saya yang nonton bareng aja berkali-kali mengusap mata. 'Saya inget banget, adegan yang bikin saya nangis di bukunya itu waktu Delisa meluk Abi dan bilang, "Delisa cinta Abi karena Allah". Di sini pun saya berkaca-kaca banget pas nonton bagian itu. T^TPemeran Delisa menurut saya cukup berhasil menampilkan imej kanak-kanak Delisa yang polos, walaupun-kalo boleh saya bilang-wajahnya itu rada terlalu Arab, beda sama yang saya pikirkan. Tapi sebagai aktris cilik baru, saya rasa aktingnya sudah baik sekali. Mungkin ada beberapa yang kurang natural, but it's OK... saya tetap terkesan. 'DSecara keseluruhan, saya jatuh hati sama film ini. Realisasi yang cukup bagus untuk novelnya, jauh lebih bagus daripada ekranisasi Ayat-ayat Cinta ya iyalah, nggak usah dibandingin itu mah -,-. Pesan moral tentang keikhlasan yang memang kental sekali di novelnya terwujudkan dengan sempurna di sini. Bener-bener film yang cocok ditonton keluarga... pembelajaran yang bagus untuk anak-anak. 'Sangat sangat sangat direkomendasikan~! XDcopas from Ahiya, Ustadz Rahman juga pernah bilang: kita belajar shalat hadiahnya nggak sebanding dengan kalung, hadiahnya sebanding dengan surga."-hal. 33 . Tere Liye adalah penulis best seller terkenal di Indonesia, bahkan banyak karyanya sudah di-film-kan—mencapai jutaan penonton pula, salah satunya Hafalan Shalat Delisa. Judul Fim Hafalan Shalat Delisa Kategori film Semua Umur Jenis Film Drama Produser Chand Parwez Servia Produksi PT KHARISMA STARVISION PLUS Sutradara Sony Gaokasak Pemain Chantiq Schagerl, Fathir Muchtar, Gina Salsabila, Loide Christina Teixeira Mike Lewis, Nirina Zubir, Reza Rahadian, Teuku Umam, Hannah Al Rashid, Riska Tania Apriadi, Reska Tania Apriadi, Joehana Sutisna Tanggal tayang Mulai 22 Desember 2011 Durasi 106 menit Novel Hafalan Shalat Delisa Penulis Tere-Liye Musik Tya Subiakto Sinematografi Bambang Supriadi EditorCesa David Luckmansyah Negara Indonesia Bahasa Indonesia Film Hafalan Shalat Delisa adalah sebuah film yang mengangkat cerita dari salah satu karya novelis Indonesia. Penulis Novel itu mempunyai nama pena Tere-Liye. Sesuai dengan cerita yang terdapat dalam novel, bahwa cerita ini terilhami dari kisah nyata, yaitu kisah bencana tsunami di Aceh. Film ini bercerita tentang seorang anak perempuan bernama Delisa dengan kehidupan yang dijalaninya bersama Umi, Abi, kakak-kakaknya, guru-guru dan teman-temannya. Delisa adalah seorang anak yang sangat ceria, polos, pintar dan sedikit usil. Namun dalam keluguannya ia memiliki sisi kedewasaan yang jarang dimiliki oleh anak seumurannya yang lain. Film ini mengangkat tema keikhlasan. Seperti halnya yang dikisahkan dalam film tersebut yaitu bagaimana anak seusia Delisa belajar mengaplikasikan keikhlasan dalam setiap alur kehidupan yang dilaluinya kendati ia masih belia. Ia mencoba ikhlas menerima kehilangan ummi yang sangat dicintainya, berpisah dengan kakak-kakak dan teman-temannya, bahkan kehilangan salah satu anggota badannya, setelah kejadian tsunami melanda Lhok Nga, kawasan pantai tempat kediaman dirinya dan keluarganya. Gadis kecil itu tak hanya harus mengaplikasikan keikhlasan dalam menerima hilangnya sesuatu yang sangat dikasihi, namun dalam melakukan sesuatu, apapun itu harus selalu diiringi dengan keikhlasan. Seperti usahanya untuk lulus dalam ujian praktek shalat. Ia merasa kesulitan untuk menghafal bacaan shalatnya, entah itu terbalik bacaannya ataupun lupa akan bacaan yang baru saja ia hafalkan. Namun akhirnya ia menyadari lewat jawaban guru ngajinya yang dengan sabar menjelaskan kepolosan pertanyaan Delisa. Delisa dengan keluguannya akhirnya menyadari bahwa selama ini usahanya mengahafalkan bacaan shalat adalah ingin lulus dalam ujian praktek shalat dan berhasil memperoleh hadiah kalung emas yang telah dijanjikan umminya. Film yang disutradarai oleh Sony Gaokasak ini memang terilhami oleh kejadian Tsunami tujuh tahun yang lalu. Namun karena kejadian itu merupakan kejadian yang tak biasa, maka sutradara tak terlalu memfokuskan alur cerita pada kejadian bencana alam tersebut. Akan tetapi ia memfokuskan alur cerita pada tema yang digarapnya dalam pembuatan film ini. Akan tetapi sedikit sentuhan CGI Computer Graphic Intermediate yang disumbangkan oleh tim Geppeto telah mewakili pengilhaman cerita yang berdasarkan kejadian bencana tsunami. Sony Gaokasak adalah seorang sutradara yang cukup memiliki profesionalitas yang baik dalam berkarya. Seperti karyanya yang lain Film berjudul Tentang Cinta. Ia selalu mengutamakan kualitas, walaupun harus harus memakan waktu yang tidak sebentar, baik dalam mencari peran yang cocok untuk filmnya dalam Film Tentang Cinta atau hanya sekedar mencari setting yang tepat untuk pembuatan filmnya. Seperti film Hafalan Shalat Delisa yang ia akui persiapan produksi untuk film ini memakan waktu sekitar dua tahun lamanya. Sony Gaokasak memfilmkan novel HSD karena prestasi novel yang telah banyak menarik perhatian pembaca novel yang tak hanya berasal dari dalam tapi juga dari luar negeri. Novel yang telah menggugah hati jutaan pembaca Tanah Air dan negara-negara lain itulah yang menjadi dasar pemikiran untuk segera memfilmkan novel Hafalan Shalat DELISA. *catatan sony gaokasak dalam facebook Film yang berdurasi sekitar 106 menit ini sangat cocok ditonton oleh semua kalangan, karena film ini memiliki banyak pelajaran penting yang dapat kita ambil. Tak seperti film-film lain yang berbeda genre atau drama romantic yang sering mempertunjukkan sajian-sajian yang sedikit sekali mengandung unsur kebaikan apalagi unsur edukasi, dan mayoritas hanya mengandalkan sisi kormersialitas film di pasar perfilman. Bagian yang paling menarik dan paling menyentuh dalam novel ini adalah ketika Delisa protes dan mengurai air matanya seraya menyampaikan pertanyaan atas semua orang yang tega meninggalkannya sendiri. Ummi, Kak Fatimah, Aisyah, Zahra, Tiur, dan yang lainnya. Pada bagian itu sangat tampak Delisa yang hanya seorang anak kecil harus menerima kenyataan bahwa ia harus merelakan orang-orang yang selama ini dekat dengannya. Para pemain film hafalan Shalat Delisa sangat terlihat berusaha menjiwai perannya masing-masing. Tetapi dalam beberapa peran seperti tokoh Suster Soffie dan si kembar Zahra dan Aisha terlihat masih sedikit kaku dalam menjiwai dan memerankan tokohnya. Sekian resensi film Hafalan Shalat Dellisa yang dapat saya kemukakan. Terima Kasih 🙂 Berdasarkan: Hafalan Shalat Delisa oleh Tere Liye. Pemain : Chantiq Schagerl, Nirina Zubir, Reza Rahadian, Al Fathir Muchtar, Mike Lewis, Loide Christina Teixeira, Ghina Salsabila, Reska Tania Apriadi, Riska Tania Apriadi. Tanggal Rilis : 22 Desember 2011. Film yang berjudul Hafalan Shalat Delisa ini adalah sebuah film yang diadaptasi dari Bagi Sahabat yang pernah nonton film “Delisa”, pasti tahu bahwa sebenarnya film tersebut diangkat dari novel karya Tere Liye. Resensi novel Hafalan Shalat Delisa, juga banyak dibuat karena ternyata cerita panjang ini kaya hal menarik dan bisa dipetik dari tokoh hingga alur ceritanya. Sinopsis Novel Hafalan Shalat DelisaProfil NovelUnsur Ekstrinsik dan IntrinsikShare thisRelated posts Novel ini bercerita tentang jalan hidup anak asal Aceh bernama Delisa berusia, tinggal di Lhok Nga dan merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Pertama, Cut Fatimah, Cut Zahra, Cut Aisah, dan Delisa. Ayahnya yang biasa dipanggil Abi merupakan pekerja tambang minyak, sehingga untuk berkumpul dengan keluarga hanya sekali enam bulan. Alhasil empat bersaudara ini tinggal bersama umi mereka, di rumah yang dibangun pada pesisir pantai Lhoknga. Delisa, mendapatkan tugas hafalan bacaan shalat dari guru di sekolahnya. Setiap hari dia selalu berusaha menghafal supaya bisa mendapatkan nilai terbaik. Ditambah pula, sang umi menjanjikan hadiah jika dia berhasil menghafal dengan benar. Pada tanggal 24 Desember 2004, tibalah saatnya anak berkarakter manja tersebut menyetor hafalan shalat kepada guru. Saat sedang membaca hafalan, gempa 8,9 SR datang namun Delisa tetap mencoba menyelesaikan hafalannya. Sayang, saat sujud pertama ternyata tsunami menyerang dan Delisa tersapu ombak besar tersebut. Gadis enam tahun tersebut ditemukan hidup, sedangkan umi dan ketiga kakaknya meninggal pada saat bencana gempa dan tsunami terjadi. Adalah prajurit bernama Smith yang menemukannya saat melakukan evakuasi korban tsunami dan gempa. Delisa dirawat di rumah sakit dan memberikan banyak inspirasi kepada orang disekitarnya. Termasuk Smith yang akhirnya menjadi muaalaf setelah mengenal Delisa dan ketangguhannya, apalagi saat menerima kenyataan bahwa kakinya harus diamputasi. Hal tersebut tidak membuatnya frustasi namun mencoba menerima dengan lapang dada. Beberapa bulan setelah itu, Delisa dipertemukan dengan Abinya yang sudah berupaya mencarinya dan anggota keluarga lain. Mereka diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama kembali, menata hidup yang sudah tidak lagi sama akibat kehilangan umi dan saudara lainnya. Setelah beberapa saat memulai hidup baru, Delisa kembali ke sekolah dan ingat kebali soal hafalannya yang belum selesai. Dia berupaya untuk mengingat hafalan tersebut, agar bisa menuntaskannya. Di akhir cerita, Delisa sempat bermimpi bertemu dengan uminya dan memintanya untuk menuntaska hafalan supaya bisa mendapatkan hadiah berupa liontin. Diapun berupaya melakukannya dan berhasil. Beberapa waktu setelah itu, Delisa menemukan tangan manusia yang sedang menggenggam liontin mirip dengan hadiah yang akan diberikan oleh sang umi. Ternyata tubuh manusia yang sudah tinggal tulang belulang itu adalah uminya. Profil Novel Berikut ini profil singkat dan identitas dari novel yang terbit perdana di tahun 2008 ini. Sederet nama besar muncul, dalam identitas dari buku yang ternyata sudah memiliki enam cetakan ini. Judul Novel Hafalan Shalat Delisa Penulis Tere Liye Desain Cover Eja-creative4 Jumlah Halaman 266 Halaman Ukuran Buku 20,5 cm x 13,5 cm Tempat Diterbitkan Jakarta Penerbit Republika Sutradara Sony Gaoksak Produser Chand Parwez Servia Unsur Ekstrinsik dan Intrinsik Secara umum setiap novel memiliki unsur yang masuk kategori ekstrinsik dan intrinsik, begitu juga dengan yang satu ini. Melalui Resensi novel Hafalan Shalat Delisa, Anda bisa lihat apa-apa saja unsur pentingnya. Unsur Ekstrinsik Yang dimaksud unsur ekstrinsik adalah, unsur yang berasal dari luar namun ikut dalam upaya membangun jalan cerita. Diantaranya adalah Budaya Sebuah budaya memberikan kalung, yang diterapkan Ummi Salamah jika anak-anaknya berhasil hafal bacaan shalat. Agama Nilai agama Islam yang ada dalam novel ini sangat kental, terutama soal shalat yang selalu diingatkan oleh Umi Salamah kepada anak-anaknya. Termasuk kemampuan membaca Al-quran, buktinya Delisa dan ketiga saudaranya belajar di TPA di dekat tempat mereka tinggal. Moral Pelajaran moral yang ada dalam novel ini adalah, bagaimana sopan santun yang diajarkan sejak kecil kepada anak-anak. Kemudian menjadi kebiasaan, yang diterapkan dimanapun mereka berada dan dengan siapapun berinteraksi. Sosial Bagaimana upaya semua orang bergotong royong mencari korban-korban gempa dan tsunami secara bersama-sama. Begitu juga dengan kondisi sosial, dimana seorang ibu mengajarkan banyak hal kepada anak-anak tentang bagaimana bersosialisasi dengan orang lain. Unsur Intrinsik Unsur ini, langsung masuk dalam alur cerita dan memberikan pengaruh signifikan. Diantaranya adalah Tema Tegarnya anak yang menjadi korban bencana dahsyat, tetap ingat Allah SWT dan sabar degan semua cobaan. Tokoh Ada tokoh Delisa dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang, tidak mudah putus asa, dan sangat manja karena dia adalah bungsu dari empat bersaudara. Ada lagi Tokoh Umi Salamah, sebagai sosok yang sangt bijaksana, penyayang, sabar, dan juga rendah hati dan masih banyak tokoh lainnya. Alur Menggunakan alur maju, mundur, kemudian maju lagi. Dilihat dari jalan cerita di awal yang maju hingga bencana terjadi, kemudian mundur ketika Delisa mengingat kenangan bersama keluarga. Lalu maju lagi dengan keyakinan Delisa bisa hafal lagi bacaan shalat, akhirnya dia juga menemukan kalung hadiah dari sang umi. Yang masih digenggam ibu kandungnya tersebut walaupun kondisi sang ibu sudah meninggal dan tinggal tulang belulang saja. Latar yang Digunakan Ada beberapa latar digunakan dalam novel ini. Mulai dari latar tempat di kawasan Lhoknga, Aceh. Kemudian ada kamar rawat, ketika Delisa dalam proses perawatan usai ditemukan sebagai korban bencana. Setiap novel memiliki resensinya sendiri, seperti Resensi novel Hafalan Shalat Delisa. Dilihat dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa novel ini sangat kental usnur agama dan banyak nilai moral dan sosial di dalamnya. Baca Juga Resensi Novel Bidadari-Bidadari Surga Resensi Novel Kisah Sang Penandai Resensi Novel Moga Bunda Disayang Allah Pemuda Muslim Yang Selalu Memperbaiki Hati dan Diri Programmer Blogger Desainer NovelHafalan Sholat Delisa adalah sebuah novel karangan Tere Liye yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak kecil dalam menghafal bacaan sholat. Novel ini mengetengahkan tema sosial dan agama. Jika dikaji lebih dalam, pada novel tersebut penulis banyak sekali membubuhkan nilai moral dalam berkehidupan sosial dengan didasarkan oleh Data / Identitas Film Judul Film Hafalan Shalat Delisa Sutradara Sony Gaokasak Penulis Naskah Armantono, Tere Liye Produser Chand Parwez Servia Pemeran Delisa Chantiq Schagerl Abi Usman Reza Rahadian Ummi Nirina Zubir Fatimah Ghina Salsabila Aisyah Reska Tania Apriadi Zahra Riska Tania Apriadi7 Prajurit smith Mike Lewis Al Fathir Muchtar Looide Christina teixeira Music Rafly_lagu Ibu Genre Drama Sinematografi Bambang Supriadi Penyunting Cesa David Luckmansyah, Ryan Purwoko Studio PT KHARISMA STARVISION PLUS Distributor Kharisma StarVision Plus Tanggal Rilis 22 Desember 2011 Durasi 150 menit Negara Indonesia Bahasa Indonesia Produksi Kharisma Starvision Plus 2011 Pembukaan Hafalan Shalat Delisa merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada 22 Desember 2011 yang disutradarai oleh Sony Gaokasak serta dibintangi oleh Nirina Zubir danReza Rahadian. Film ini diangkat dari novel laris karya Tere Liye dengan judul yang sama. Seluruh pengambilan adegan film ini dibuat di Aceh. Isi Hafalan shalat Delisa menceritakan tentang seorang anak kecil bernama Delisa yang tinggal di sebuah desa kecil, didekat pinggiran pantai aceh. Gadis periang dan baik hati. Delisa yang sudah sedari kecil sering ditinggal sang abi berlayar dan hanya ditemani ummi dan ketiga kakaknya, namun delisa tidak pernah merasa sedih bahkan dia mampu untuk bersikap dewasa. Delisa yang sedari kecil sudah diperkenalkan ilmu agama di sekolah maupun dirumah, namun untuk menghafal hafalan sholat masih harus sering dilakukannya untuk mengikuti ujian sholat di sekolahnya. Dari malam sampai tertidur delisa terus saja menghafal-hafalan sholatnya agar lebih bagus lagi dan lulus dalam ujiannya. Untuk memberi semangat kepada delisa agar hafalan sholatnya bagus dan bisa dengan khu’su dalam ujian nanti dan seterusnya, ummi delisa menghadiahkan sebuah kalung dengan bandul berhurufkan inisial D yang artinya delisa yang nanti akan diberikan kepadanya ketika delisa sudah selesai menjalankan tugasnya dan mendapat kelulusannya dalam ujian praktek sholat. Di pagi harinya, dalam keadaan siap dan senang karna ingin mendapatkan hadiah kalung yg dipilihnya sendiri sewaktu beli di toko mas. Delisa siap untuk mengikuti ujian praktek sholat di sekolahnya. Awalnya sang ummi tidak ingin membawa kalung ke sekolah karna takut hilang, namun delisa memaksanya dan menarik ummi untuk kembali kerumah dan membawa kalung tersebut. Sesampainya di sekolah, dan pada saat delisa maju dan sedang sholat, pada saat itulah tsunami terjadi dan menggulung semua orang yang berada di daerah tersebut, beserta dengan rumah, ternak dan lain-lainnya. Delisa terlempar jauh dan berpisah dengan ketiga kakaknya dan umminya. Setelah beberapa hari dan banyaknya tim pencarian, delisa ditemukan dan diselamatkan oleh relawan yang membawanya ke rumah sakit tempat para korban di rawat. Pada saat itu pula abi delisa mencarinya setelah mendapatkan kabar dari teman pelayarnya. Abi menemukan delisa dalam keadaan kaki sebelah kananya diamputasi akibat terjepit potongan-potongan kayu. Namun, walaupun dalam keadaan kehilangan sebelah kaki kanannya, kehilangan ke tiga kakanya dan ummi yang sangat delisa cintai, beserta teman-teman dekat delisa, delisa tetap berusaha tegar dan tidak mau putus asa. Walaupun dalam keadaan tersebut delisa mampu menyelesaikan praktek sholatnya dan lulus dalam prakteknya. Delisa, gadis kecil yang periang membawa kebahagiaan pada semua warga aceh yang sedang dilanda musibah bencana alam. Kemudian Delisa Mencoba Untuk berjuang menjalani hidup, dengan keadaan senang tanpa adanya kesedihan karena dia kehilangan salahsatu kakinya, delisa tetap senang, riang, dan masih bisa bermain dengan teman-teman di sekelilingnya, delisa juga suka menghibur temannya yang sedang kesedihan, apabila Delisa Kangen dengan ibunya delisa selalu menyanyikan Lagu ini Lembut kukenang, kasihmu ibudi dalam hati ku kini menanggung rindukau tabur kasih seumur masabergetar syahdu, ooh di dalam nadiku9 bulan ku dalam rahimmubersusah payah, oh ibu jaga dirikusakit dan lelah tak kau hiraukandemi diriku, oh ibu buah hatimutiada ku mampu, membalas jasamuhanyalah do'a oh di setiap waktuoh ibu tak henti kuharapkan do'amu 2xmengalir di setiap nafasku 2xibuuuuuuuuuuuuuu........... 3xLembut kukenang, kasihmu ibudi dalam hati ku kini menanggung rinduengkau tabur kasih seumur masabergetar syahdu oh di dalam nadikuindah bercanda denganmu ibudi dalam hati ku kini slalu merindusakit dan lelah tak kau hiraukandemi diriku, oh ibu buah hatimutiada ku mampu, membalas jasamuhanyalah doa oh di setiap waktuoh ibu tak henti kuharapkan doamu 2xmengalir di setiap nafasku 2xibuuuuuuuuuu........ 3x Lagu ini Sering di nyanyikan oleh Delisa dan ibunya, sehingga apabila delisa teringat atau kangen dengan ibunya yang telah meninggal dunia, Delisa menyanyikan lagu tersebut. Kekurangan & Kelebihan KEKURANGAN Dalam film HAFALAN SHOLAT DELISA ini, kekurangannya mungkin terlihat pada saat adegan delisa mendapatkan kalung ditangan umminya yang ditemukannya di pingir pantai. Sedikit membingungkan disitu, apakah delisa mendapatkan kalungnya beneran atau hanya mimpi, atau hanya khayalan delisa saja. Kekurangannya lagi berada pada bahasa, pada film ini bahasa khas acehnya kurang dimunculkan, bahkan ke banyakan bahasa Indonesia dan sedikit dibubuhi bahasa inggris. KELEBIHANNYA Kelebihan dari film ini adalah film ini mampu menyampaikan pesan-pesan kepada para penontonnya untuk dapat tetap tegar dan semangat walau dalam keadaan yang benar-benar terpuruk dan memprihatinkan. Memberikan pesan untuk mampu bersikap ikhlas dalam menghadapi cobaan. MASUKAN Lebih dilihatkan lagi setelah kejadian tsunami tersebut dan Pada saat tsunami terjadi diputarkan Vidio asli saat terjadinya Tsunami
HafalanShalat Delisa merupakan film Indonesia produksi StarVision Plus bergenre drama yang dirilis pertama kali pada 22 Desember 2011. Film ini diadaptasi berdasarkan novel fiksi terlaris yang terkenal dengan judul sama oleh Tere Liye dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan " Delisa's Salat Recitation ".
Judul Hafalan Shalat Delisa Genre Drama Sutradara Sony Gaokasak Pemeran 1. Nirina Zubir Ummi 2. Reza Rahadian Abi Usman 3. Chantiq Schagerl Delisa 4. Ghina Salsabila Fatimah 5. Reska Tania Apriadi Aisyah 6. Riska Tania Apriadi Zahra 7. Mike Lewis Prajurit Smith 8. Al Fathir Muchtar 9. Loide Christina Teixeira Isi / Sinopsis Film Hafalan Shalat Delisa adalah sebuah karya film yang mengangkat kisah nyata, yaitu kisah bencana Tsunami di Aceh. Film ini mengisahkan mengenai sebuah desa bernama Lhok yang didekat pesisir pantai aceh, hidup seorang anak kecil bernama Delisa dan dengan mempunyai kakak dan adik bernama Fatimah, Aisyah, Zahra. Terdapat sebuah sekolah dalam desa tersebut yang memperkenalkan sebuah ilmu agama kepada anak murid-murid desa Lhok tersebut. Delisa seorang anak yang pandai dan rajin dalam sekolah yang diutamakan adalah belajar Shalat dan menghapal bacaan-bacaannya. Ummi selalu memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anaknya dengan cara memberikan sebuah hadiah jika berhasil menghapal hafalan yang diajarkan disekolah. Delisa selalu mendapat semangat dari Ummi agar hafalan shalat nya bagus dan khusu dalam saat ujian. Ummi berjanji akan memberikan sebuah kalung yang berinisial huruf “D” yang berati nama Delisa. Kalung tersebut akan diberikan kepada Delisa jika ia sudah selesai menjalankan tugasnya dan mendapat kelulusannya dalam ujian praktek di sekolahnya. Hari dimana Delisa menghadapi ujian tes shalat di sekolah pun tiba, sudah berkumpul banyak teman-teman, diawali dengan teman sekelas Delisa yaitu Tiur yang terlebih dahulu diuji dalam tes hafalan shalat dan ia pun lancar dan berhasil dalam tes tersebut. Selanjutnya giliran Delisa yang dites shalat di depan guru, teman-teman, dan Ummi yang melihat tes ujian tersebut. Delisa pun sangat khusu dan konsentrasi dalam mengucapkan Takbir yang pertama, beberapa saat Delisa sedang mengucapkan takbir tiba-tiba terjadi sebuah gempa cukup besar yag disertai dengan tsunami, ia tidak menghiraukan adanya gempa dan tsunami tersbut karena saking khusu ia melakukan tes shalat tersebut. Dengan mukjizat yang diberikan oleh Allah Swt, Delisa pun terombang-ambing yang diakibatkan oleh gempa dan tsunami itu, namun Delisa masih hidup yang telah ditemukan terdampar diatas sebuah batu karang, saat ditemukan Delisa terlihat kesakitan kaki kanannya, lalu ia langsung dibawa ke rumah sakit yang menjadi tempat bantuan bencana, saat itu Delisa pun harus diamputasi kakinya. Abbi Usman pun bingung pada saat bencana terjadi ia sedang bekerja berlayar, saat itu Abbi bingung karena kemana ia harus mencara anak-anak dan istrinya Ummi, hari demi hari Abbi mencari keluarganya dan ternyata ia hanya menamukan Delisa yang masih hidup yang dirawat di rumah sakit. Setelah kondisi Delisa berangsur membaik, Abbi pun membawa Delisa pulang ke rumahnya, namun saying sekali rumah yang ditinggali keluarganya itu hancur lebur akibat gempa dan tsunami yang terjadi. Abbi Usman berusaha keras untuk mengembalikan rumah yang ditinggali keluarganya itu dengan mencoba membangun rumah itu kembali. Kelebihan film Hafalan Shalat Delisa Kelebihan film ini adalah pesan yang disampaikan dalam isi cerita film ini mampu sampai kepada audiens yang menontonya, yaitu bagaimana mengajarkan kita sebagai umat manusia yang harus belajar ikhlas dalam menjalankan kehidupan, harus belajar tegar dalam menjalankan hidup sekalipun sedang mendapat cobaan dan bencana dari Allah SWT. Karena apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita sebagai umat manusia itu pasti ada maksud dan tujuan yang terbaik. Kekurangan film Hafalan Shalat Delisa Kekurangan film ini adalah kurangnya memperlihatkan budaya di Aceh nya itu sendiri seperti bahasa dan adat-adat lainnya, karena film ini merupakan film yang asli menceritakan kenyataan keadan di Aceh itu sendiri.
Resensinovel hafalan shalat delisa Hafalan Shalat Delisa Pengarang : Tere Liye Tebal Buku : v + 248 halaman Penerbit : Republika Cetakan : VI, Januari 2008 2. Keunggulan Buku Buku ini disajikan dengan bahasa yang komunikatif. Dengan jalan ceritanya yang sama dengan peristiwa di kejadian nyata, memungkinkan pembaca untuk berimajinasi lebih
Cast & crew2011TV-Y71h 42mDelisa lives in a village on the Aceh coast. On December 26, 2004, when Delisa was preparing to take the prayer practice test, suddenly an earthquake and a tsunami hit their village and seve... Read allDelisa lives in a village on the Aceh coast. On December 26, 2004, when Delisa was preparing to take the prayer practice test, suddenly an earthquake and a tsunami hit their village and several other areas in Aceh and Southeast lives in a village on the Aceh coast. On December 26, 2004, when Delisa was preparing to take the prayer practice test, suddenly an earthquake and a tsunami hit their village and several other areas in Aceh and Southeast production, box office & company infoPhotosMore like the first to reviewContribute to this pageSuggest an edit or add missing contentBy what name was Hafalan Shalat Delisa 2011 officially released in Canada in English?AnswerEdit pageMore to exploreRecently viewedYou have no recently viewed pages
Resensi Film; Hafalan Shalat Delisa. 2011:: Drama:: 106 menit:: SEMUA UMUR Tsunami, Aceh, Shalat, Amerika, Kapal Induk, Kanada (8.5 / 10) (14) (4/10) (1 Resensi) Pagi 26 Desember 2004 Delisa sedang di muka kelas untuk ujian hafalan shalat. Ummi menunggu di luar kelas. Tiba di penghujung kalimat hafalan shalatnya, tsunami datang. JAKARTA, - Hafalan Shalat Delisa merupakan film arahan sutradara Sony Gaokasak yang diadaptasi dari novel berjudul sama karangan Tere Liye. Film yang dirilis pada 22 Desember 2011 ini berkisah tentang tragedi tsunami Aceh. Cerita film Hafalan Shalat Delisa berfokus pada kisah gadis kecil bernama Delisa Chantiq Schargerl.Ia bersama keluarganya tinggal di Lhok Nga, sebuah desa kecil yang berada di tepi pantai Aceh. Baca juga Kemarin, Film Dokumenter Perjalanan Seventeen dan Tragedi Tsunami Banten Ayahnya, Abi Usman Reza Rahadian, bekerja di sebuah kapal tanker perusahaan minyak internasional. Ketika ayahnya bekerja, Delisa menghabiskan waktunya bersama sang ibu Nirina Zubir serta ketiga kakaknya, Fatimah Ghina Salsabila dan si kembar Aisyah Reska Tania Apriadi dan Zahra Riska Tania Apriadi. Pada 26 Desember 2004, tepat sebelum tsunami menerjang, Delisa bersama ibunya sedang bersiap untuk ujian praktik shalat. Tiba-tiba, terjadi gempa sangat dahsyat dan membuat keluarga Delisa begitu ketakutan. Baca juga Sinopsis Get Married 2, Prahara Rumah Tangga Nirina Zubir dan Nino Fernandez Tak lama kemudian, tsunami datang dan memporak-porandakan desa kecilnya. Tubuh kecil Delisa bersama ratusan ribu warga lainnya hanyut terbawa arus entah ke mana. Setelah berhari-hari pingsan dan terdampar di cadas bukit, Delisa akhirnya diselamatkan Smith Mike Lewis, tentara Angkatan Darat Amerika. Sayangnya, Delisa mengalami luka cukup parah hingga membuat kakinya harus diamputasi. Baca juga Sinopsis Trinity The Nekad Traveler, Kisah Maudy Ayunda Jadi Traveler Ayah Delisa, yang mendengar bencana tersebut, langsung pulang menuju tempat tinggalnya. Ia pun harus menerima fakta kalau ketiga putrinya telah ditemukan tak bernyawa, sementara istrinya masih hilang. Abi Usman segera mencari Delisa dan menemukan putrinya itu sedang dirawat Smith. Sebelum sang ayah datang, Smith bahkan sempat berniat mengadopsi Delisa. Baca juga Sinopsis Denting Kematian, Kutukan Kotak Musik Tua Delisa sangat senang bisa berkumpul dengan ayahnya lagi. Meski begitu, ia juga tak bisa menyembunyikan kesedihan karena kehilangan kakak dan ibunya. Bagi Anda yang penasaran dengan kelanjutan kisah Delisa dan ayahnya, saksikan film Hafalan Shalat Delisa yang tayang di Netflix mulai Kamis 22/10/2020. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
FilmHafalan Shalat Delisa dibuat untuk mengenang tragedi tsunami yang terjadi di Aceh 2004 lalu.. Gempa yang meluluh lantahkan Aceh dengan kekuatan skala ritcher, yang kemudian disusul gelombang tsunami setinggi 30 meter pada tahun 2004 lalu meninggalkan banyak luka bagi semua orang dan sekelumit cerita diangkat ke layar lebar dengan judul film Hafalan Shalat Delisa.
Uploaded byMerisa Enjhira 67% found this document useful 3 votes5K views7 pagesDescriptionBy MERISA ENJHIRACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document67% found this document useful 3 votes5K views7 pagesResensi Novel Dan Film Hapalan Shalat DelisaUploaded byMerisa Enjhira DescriptionBy MERISA ENJHIRAFull descriptionJump to Page You are on page 1of 7Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. .
  • q3bpk45lu5.pages.dev/119
  • q3bpk45lu5.pages.dev/394
  • q3bpk45lu5.pages.dev/337
  • q3bpk45lu5.pages.dev/494
  • q3bpk45lu5.pages.dev/458
  • q3bpk45lu5.pages.dev/120
  • q3bpk45lu5.pages.dev/417
  • q3bpk45lu5.pages.dev/280
  • resensi film hafalan shalat delisa